Artikel

Share:
Taman Rumah yang Bergeser Makna

Taman Rumah yang Bergeser Makna

Post Date : 07 January 2013

Sebuah penataan lanskap taman rumah, hendaknya memperhatikan  perencanaan dan perancangan desain, perawatan dan seni. Dan tujuan pembuatan taman juga harus jelas dan terarah, baik untuk dinikmati keindahannya atau ada unsur lain.

Umumnya, unsur keindahan adalah tujuan utama, dan unsur lainnya seperti ekologi, religi, sosial menjadi unsur pendukung. Dahulu, pembuatan taman ditujukan sebagai tempat bersosialisasi. Luasnya halaman, materi lunak terdiri dari pepohonan dan semak dengan jumlah yang terbatas. Elemen kerasnya terdiri dari krakal yang disebar merata pada satu jalur berfungsi sebagai jalan. Pada sisi kanan atau kiri diberi ruang kosong lapang yang tidak diisi oleh materi keras maupun lunak. Ruang kosong tersebut berfungsi sebagai tempat bermain anak. Ruang kosong ini lebih dominan dibandingkan elemen lunak maupun keras.

Konsep taman rumah pun terlihat lapang, berisi beberapa pepohonan rindang ditambah elemen kerakal menjadi komposisi seimbang dengan gaya hidup orang saat itu. Kerakal paling mudah dijumpai, disusul pagar tembok dan pembatas dari bebatuan.

Kreasi indah taman orang terdahulu, dilatarbelakangi oleh kebutuhan bersosialisasi. Sementara di era sekarang sangat berbeda. Kebutuhan materi lebih dominan dibandingkan dengan kebutuhan bersosialisasi.

Mereka cenderung menginginkan ketenangan dan keteduhan dalam hidup mereka. Alhasil, gaya desain rumah pun dipilih yang cocok, yaitu dekat dengan alam. Sehingga saat ini, sering dijumpai kreasi taman rumah yang didominasi oleh aneka macam pepohonan dan bebatuan alami. Terkadang unsur religi ikut dimasukkan ke dalam kreasi taman rumahnya.

 

(Sumber : kompasiana)